Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) adalah program keahlian yang bertujuan membekali peserta didik dengan keterampilan, pengetahuan, dan sikap agar kompeten dalam merakit, menginstall program, merawat dan memperbaiki komputer serta jaringannya. Siswa TKJ (meskipun belum tamat) mampu bekerja sebagai teknisi komputer dan administrator jaringan di toko/ servis komputer, kantor, hotel, bank atau ISP baik di tingkat lokal (nasional) maupun luar negeri.
TKJ merupakan program keahlian baru di SMKN Takeran, yang dibuka pada tahun 2007. Wajar jika masyarakat belum banyak mengetahui/memahaminya. Meskipun baru, siswa TKJ SMKN Takeran diakui kemampuannya oleh kalangan dunia kerja.
Sejak terbitnya kebijakan pemerintah bahwa sekolah kejuruan (dulu SMEA, STM, SMKK, dll) berubah nama menjadi SMK, menimbulkan konsekuensi bahwa setiap SMK memiliki kewenangan yang sama untuk membuka jurusan (bidang keahlian) / prodi (program keahlian) baru atau lebih populer dengan istilah re-engineering.
Program keahlian yang sudah tidak banyak dibutuhkan oleh dunia usaha/industri secara perlahan akan ditutup dan dibuka program keahlian baru sesuai kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian tidak ada lagi perbedaan antara SMK eks SMEA, STM, SMKK atau lainnya. Setiap SMK dapat membuka program yang dulunya hanya ada di sekolah kejuruan lain. Sebagai contoh SMK eks SMEA boleh membuka jurusan (bid. keahlian) teknik seperti TKJ, multimedia, elektro, dll. Sebaliknya SMK eks STM boleh membuka tata boga, tata busana ataupun kecantikan.
2. RPL (Rekayasa Perangkat Lunak)
3. MM (Multimedia)
SMK memiliki misi untuk meluluskan siswanya dengan kompetensi tertentu yang sedang dibutuhkan oleh dunia industri/dunia usaha. Dengan bekal keterampilan tersebut diharapkan lulusan SMK dapat bekerja secara profesional di bidangnya masing-masing. Saat ini salah satu bidang pekerjaan yang sedang berkembang adalah ICT khususnya Multimedia. Program Keahlian Multimedia di SMK sudah ada sejak 6/7 tahun yang lalu. Dari hanya beberapa SMK yang membuka program keahlian tersebut, hingga saat ini sudah mulai banyak yang membuka Multimedia. Selain karena memang masih sedikit, bidang Multimedia juga telah menjanjikan lapangan pekerjaan yang cukup baik.
Dalam program keahlian Multimedia terdapat beberapa kompetensi yang akan dipelajari oleh mereka. Kompetensi tersebut diantaranya adalah:
1. Mengoperasikan software pengolah gambar vektor
2. Mengoperasikan software pengolah gambar raster
3. Mengoperasikan perangkat scanner
4. Mengoperasikan software presentasi
5. Mengoperasikan software web desain dan FTP
6. Mengoperasikan software pengolah gambar 2 D dan 3 D
7. Mengoperasikan software pengolah Audio
8. Mengoperasikan software pengolah Video
Beberapa kompetensi tersebut memang harus dikuasai oleh siswa SMK. Sehingga mereka sebenarnya banyak memiliki peluang untuk bekerja di berbagai lini pekerjaan yang berhubungan dengan ICT (khususnya multimedia). Salah satu SMK Negeri di kabupaten Magetan yang memiliki program keahlian tersebut dan telah berjalan selama kurun waktu 4 tahun adalah SMKN Takeran. Dengan fasiltias praktek yang cukup memadai, lulusan sekolah tersebut dapat memenuhi kebutuhan dunia industri/usaha dari segi kompetensi maupun jumlah tenaga yang dibutuhkan.
Dalam program keahlian Multimedia terdapat beberapa kompetensi yang akan dipelajari oleh mereka. Kompetensi tersebut diantaranya adalah:
1. Mengoperasikan software pengolah gambar vektor
2. Mengoperasikan software pengolah gambar raster
3. Mengoperasikan perangkat scanner
4. Mengoperasikan software presentasi
5. Mengoperasikan software web desain dan FTP
6. Mengoperasikan software pengolah gambar 2 D dan 3 D
7. Mengoperasikan software pengolah Audio
8. Mengoperasikan software pengolah Video
Beberapa kompetensi tersebut memang harus dikuasai oleh siswa SMK. Sehingga mereka sebenarnya banyak memiliki peluang untuk bekerja di berbagai lini pekerjaan yang berhubungan dengan ICT (khususnya multimedia). Salah satu SMK Negeri di kabupaten Magetan yang memiliki program keahlian tersebut dan telah berjalan selama kurun waktu 4 tahun adalah SMKN Takeran. Dengan fasiltias praktek yang cukup memadai, lulusan sekolah tersebut dapat memenuhi kebutuhan dunia industri/usaha dari segi kompetensi maupun jumlah tenaga yang dibutuhkan.
4. JB (Jasa Boga)
Program keahlian tata boga merupakan program keahlian yang berkomitmen melahirkan tenaga-tenaga didik yang memiliki skill atau keahlian sesuai dalam bidangnya. Didalam program keahlian tata boga siswa siswi diberikan keahlian dalam bidangnya sehingga siswa-siswi memiliki ketrampilan di bidang kuliner dan profesionalisme. Setelah lulus siswa-siswi diharapkan mampu memasak masakan semua bangsa & menyajikan makanan sesuai cara-cara pada restoran-restoran internasional. Mampu mencampur dan menyajikan minuman-minuman pada bar (bartending) . Memahami teknik-teknik memasak serta pengetahuan tentang sifat-sifat bahan-bahan makanan dan dapat menyusun atau menciptakan resep-resep masakan dan menu-menu masakan sesuai selera dan citarasa selera pelanggan Anda.
Disamping itu, bidang keahlian tata boga adalah suatu bidang keahlian/jurusan yang mendidik siswa dalam bidang makanan dan minuman dalam hal produk dan jasa. Bidang keahlian ini terbagi menjadi dua program keahlian yaitu Program Keahlian Restaurant dan Program Keahlian Patiseri. Program keahlian restaurant adalah program tata boga yang terfokus pada makanan dan minuman yang dikelola di hotel dan restaurant yang bertaraf nasional maupun internasional.
Tujuan program keahlian tata boga secara umum mengacu pada isi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU SPN) pasal 3 mengenai Tujuan Pendidikan Nasional dan penjelasan pasal 15 yang menyebutkan bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Secara khusus tujuan program keahlian restoran adalah membekali peserta didik dengan ketrampilan, pengetahuan dan sikap agar kompeten :
1. Mengolah dan menyajikan makan kontinental yang terdiri dari makanan pembuka, makanan utama dan makan penutup.
2. Mengolah dan menyajikan makanan Indonesia yang terdiri dari makanan pembuka, makan pokok, lauk pauk dan makanan penutup.
3. Melayani makan dan minum baik di restoran maupun di kamar tamu, serta menata meja makan dan meja prasmanan.
4. Mengolah dan menyajikan aneka minuman non alkohol.
5. Mengorganisir operasi pelayanan makan dan minum di restoran.
Disamping itu, bidang keahlian tata boga adalah suatu bidang keahlian/jurusan yang mendidik siswa dalam bidang makanan dan minuman dalam hal produk dan jasa. Bidang keahlian ini terbagi menjadi dua program keahlian yaitu Program Keahlian Restaurant dan Program Keahlian Patiseri. Program keahlian restaurant adalah program tata boga yang terfokus pada makanan dan minuman yang dikelola di hotel dan restaurant yang bertaraf nasional maupun internasional.
Tujuan program keahlian tata boga secara umum mengacu pada isi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU SPN) pasal 3 mengenai Tujuan Pendidikan Nasional dan penjelasan pasal 15 yang menyebutkan bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Secara khusus tujuan program keahlian restoran adalah membekali peserta didik dengan ketrampilan, pengetahuan dan sikap agar kompeten :
1. Mengolah dan menyajikan makan kontinental yang terdiri dari makanan pembuka, makanan utama dan makan penutup.
2. Mengolah dan menyajikan makanan Indonesia yang terdiri dari makanan pembuka, makan pokok, lauk pauk dan makanan penutup.
3. Melayani makan dan minum baik di restoran maupun di kamar tamu, serta menata meja makan dan meja prasmanan.
4. Mengolah dan menyajikan aneka minuman non alkohol.
5. Mengorganisir operasi pelayanan makan dan minum di restoran.
Berikut tadi merupakan sekilas rangkuman tentan sejarah dan berbagai macam yan ada di SMKN Takeran yang saya dapatkan dari beberapa sumber terpercaya hehehe :D
Belum ada komentar untuk "SMK Negeri Takeran, Magetan"
Tambahkan komentar anda :